RIDHOMU ADALAH KUNCI KESUKSESANKU DAN CINTAMU ADALAH PENGUAT IMANKU

اللهم اغفرلي ذنوبي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا

BIARKAN MASA DEPAN TIDAK JELAS ASAL APA YANG KULAKUKAN HARI INI JELAS

ما مضى فات والمؤمل غيب ولك الساعة التي انت فيها

MY SWETT MEMORY IN THE LARANGAN BADUNG PAMEKASAN 2012-2013

وان فرق الأزمان بيني وبينكم فلا تنسواني وان طال يوم الفراق

JANGAN BERTANYA SIAPA AKU BERTANYALAH DARIMANA SAJA AKU

سوابق الهمم لا تخرق اسوار الاقدار

Minggu, 06 April 2014

Skripsi

Aplikasi Pemebelajaran PAKEM
dalam meningkatkan minat belajar siswa
di PRAKOM PP. Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan

Disusun oleh
SAHRUL ANAM
Nim : 20087602882
Nimko : 2008.4.076.0001.1.02640
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
AL-KHAIRAT PAMEKASAN 2012
BAB I
PENDAHULUAN
A. KONTEKS PENELITIAN
Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, pendidikan sebagai usaha sadar diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar dapat diwujudkan dalam bentuk kemampuan, keterampilan, sikap, dan kepribadian yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Dalam upaya lebih mewujudkan fungsi pendidikan sebagai wahana pengembangan sumber daya manusia, perlu dikembangkan iklim belajar mengajar yang konstruktif bagi berkembangnya potensi peserta didik sehingga dapat lahir potensi-potensi yang sesuai dengan tantangan pembangunan nasional. (Nana Sudjana, 1989:18)

Proposal Skripsi

SISTEM PENDIDIKAN DENGAN PEMBELAJARAN PAKEM DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA
DI PRAKOM PP. MAMBAUL ULUM BATA-BATA PAMEKASAN
(SAHRUL ANAM : 2882 )

A. KONTEKS PENELITIAN

Dalam pribahasa arab terkenal bahwa At-thoriqatu ahammu minal madah (metode lebih penting daripada materi). Dengan artian, bahwa yang menentukan mutu dan keberhasilan suatu pemebelajaran itu ditentukan dengan metode yang digunakan.

Begitu juga dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, pendidikan sebagai usaha sadar diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar dapat diwujudkan dalam bentuk kemampuan, keterampilan, sikap, dan kepribadian yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Dalam upaya lebih mewujudkan fungsi pendidikan sebagai wahana pengembangan sumber daya manusia, perlu dikembangkan iklim belajar mengajar yang konstruktif bagi berkembangnya potensi peserta didik sehingga dapat lahir potensi-potensi yang sesuai dengan tantangan pembangunan nasional.

Untuk itu hakekat belajar dengan segala dimensinya merupakan hal mutlak yang harus dipahami oleh pendidik. Belajar dipandang sebagai perubahan perilaku peserta didik. Perubahan perilaku ini tidak terjadi dengan sendirinya tetapi melalui proses. Proses perubahan perilaku ini dimulai dari adanya rangsangan yaitu peserta didik menangkap rangsangan kemudian mengolahnya sehingga membentuk suatu persepsi. Semakin baik rangsangan diberikan semakin kuat persepsi peserta didik terhadap rangsangan tersebut. (Aunurrahman, 2009:22)