RIDHOMU ADALAH KUNCI KESUKSESANKU DAN CINTAMU ADALAH PENGUAT IMANKU

اللهم اغفرلي ذنوبي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا

BIARKAN MASA DEPAN TIDAK JELAS ASAL APA YANG KULAKUKAN HARI INI JELAS

ما مضى فات والمؤمل غيب ولك الساعة التي انت فيها

MY SWETT MEMORY IN THE LARANGAN BADUNG PAMEKASAN 2012-2013

وان فرق الأزمان بيني وبينكم فلا تنسواني وان طال يوم الفراق

JANGAN BERTANYA SIAPA AKU BERTANYALAH DARIMANA SAJA AKU

سوابق الهمم لا تخرق اسوار الاقدار

Senin, 27 Juni 2011

Sholihah Atua Syarifah?

Terima kasih kau telah kenakan hijab yang telah dia hibahkan padamu
Kini disekelilingku bungkam tak berkata
Meski aku tak pejamkan mata
Atau taruk muka karena tak rela
Kau lebih anggun dari para perimadona
Pun bidadari nian elok kata mereka
Benarkah kau Sholihah ataukah Syarifah
Yang banyak hadirkan cerita indah dikhayal mereka
Kadang alur-alur sendu dan suara parau para pujangga
Ah tidak, jangan-jangan kau hanya berpura
Aku ragu saat kau angkat suara
Aku semakin ragu kala kau berucap cinta
Benarkah kau Sholihah ataukah Syarifah
Yang kata mereka impian dan tempat berseminya harapan
Tak banyak tingkah, lembut dan menawan
Aku pikir kau tak bersandiwara
Kini, aku yakin kala kau rangkai kata-kata
Ternyata kau bukanlah Sholihah bukan pula Syarifah
Kau hanya Muslimah biasa
Tak se-sholihah Khodijah, tak se-syarifah Maryam
Kau hanya bersembunyi dibalik hijab yang mulai kusam
Aku tak mengira kau mainkan derama
Aku tak rela dibalik hijab itu kau masih berani menggoda
Aku tak suka…

Kenapa Harus Sedih

Tak usah kau sesali
Jika hujan yang dinantikan
Ternyata turun di tengah indahnya malam
Tak usah kau pungkiri
Kala impian tak jadi kenyataan
Biarkan luka terkubur bersama waktu
Pun tangis sesal tak guna lagi
Karena kau hanya ikuti cerita
Bangunlah
Tatap langit
Biarlah yang terjadi tetap terjadi
Tak usah kau sakiti
Ikutilah alur kisahnya
Meneruskan sepenggal cerita dari goresan-goresan malaikat
Sebab kau tak tahu apa arti cerita itu

Pemimpi Kecil

Meski bukan dalam kesadaran aku pergi
Mungkin hanya dalam lamunan aku terbang
Merangkai bingkai-bingkai kehidupan
Dalam kelam mencari penerang
Meski sekali roboh, terperosok disekitar curam
Bangkit dipekat malam tuk sampai diujung jalan
Bukan tak sadar pada ketentuan
Hany ingin ikuti roda berputar
Bukan mengelak akan ketetapan
Hanya coba tuk tatap keindahan
Pun akhirnya harus kecewa
Karna kusadar aku hanyalah pemimpi kecil 
Yang tak suka perbangku tangan dan berkata andai